Insyaallah hari ini menajdi PKL terakhir dalam membantu dosen menyelesaikan tugas dan fungsi utamanya sebagai pengajar, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat. Ada beberapa hal yang saya sesali sebenarnya, sungguh kami terlalu lelah mengerjakan ini hanya dengan jumlah otak, tangan, kaki, dan bantuan lain yang porsinya tidak sesuai dengan permohonan bantuan yang dimohonkan. Tapi entahlah teman, mungkin kalian juga pernah merasakan posisi antara perasaan tidak nyaman dan perasaan harus berbalas budi.
Jam 21.30 baru bisa menginjak asrama kembali, setelah berdiam diri di kampus selama 2,5 jam dan mengerjakan pengumpulan data. Sebelumnya harus berbagi jalan dengan kendaraan besar di jalan yang berdebu tebal, mereka dengan roda besar, dan kami dengan kaki kami sendiri (to the point: kami harus diturunkan dari metro mini karena kemacetan di jalur pabrik yang berdebu, dan berjalan kaki bersampingan dengan roda truk setinggi badan).
Tahukah kalian, sore harinya kami sebenarnya juga harus sudah pulang, tapi karena data yang harus kami bantu dapatkan belum bisa terpenuhi pada jam pulang, maka kami tetap harus tinggal di perusahaan 2 jam lagi.
"Oh maaf, kami tidak bisa menunggu lama",,, wah bahaya ini, kami yang membantu, kami juga yang ditinggal. Kami yang membantu, kami juga yang harus mengerjakan dan merangkak diluar.
Yang Terhormat, bolehkah saya berusaha untuk tidak menyentuh tugas itu mulai esok hari, dan mulai fokus untuk ujian berikutnya jam 15.30??? Teima Kasih